Cerita Saat Orang Nggak Enakan Pesan Go-Food

14:14



Pesan nggak ya? Pesan aja deh! Eh, tapi...nggak enak sama abangnya~

Hi, gengs! Apa kabar nih?

Kali ini saya mau sedikit tjurhat soal Gofood. Namun sebelum saya lanjut cerita, disclaimer dulu ya. Tulisan ini bukan sebuah advertorial tapi murni pengalaman saya saat menggunakan Gofood. Tapi nggak menutup kemungkinan untuk kerjasama. Siapa tahu kan ada pihak terkait yang nyasar ke sini dan tertarik ehehehe #ujungujungnyapromosi.

Oke, mari kita lanjut~

Saya ini orangnya nggak enakan sekali. Kalau kamu orang nggak enakan juga, tau lah ya gimana rasanya. Sulit banget untuk bilang 'nggak' pada hampir setiap orang. Apalagi orang tersebut sebelumnya pernah nolongin kita. Nah akibatnya dari susah bilang nggak ini, saya pernah keteteran sendiri. Misal nih, saya lagi dikejar deadline, teman saya lalu minta tolong dibuatkan sesuatu. Seperti desain atau apapun. Karena nggak enak, saya lalu mengiyakan permintaan tersebut. Risikonya, saya terpaksa dua kali lembur biar deadline bisa selesai huhu.

Trus apa hubungannya sama Gofood?

Sebagai orang nggak enakan, saya sebisa mungkin nggak mau ngerepotin orang. Nah berhubung suatu hari lagi hujan deras lalu saya buru-buru pulang. Sampai di kosan, eh saya lupa beli makan. Sementara persediaan makanan di kosan tinggal snack-snack ringgan yang isinya angin doang. Trus tercetuslah ide untuk nge-gofood saja. Demi kepraktisan dan tidur yang nyenyak.


Namun dasarnya orang nggak enakan, saya selalu mikir yang macam-macam. Oke, ini terlalu lebay tapi memang kenyataannya seperti itu. Nih, apa saja yang saya pikirkan sehingga seringkali butuh waktu berjam-jam sebelum akhirnya klik 'pesan' pada aplikasi Gofood.

Duh, lagi ujan. Abangnya bawa jas ujan nggak ya?

Kejauhan nggak ya tempat makannya. Kasihan abangnya nanti kelamaan di jalan

Nanti kalau ternyata warungnya tutup, abangnya kecewa. Duh~

Jadi pesan nggak ya? Kalau nggak, ini udah laper banget huhu

Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran yang ada

Terus akhirnya jadi pesan Gofood nggak?

Jawabannya ada dua. Jadi pesan dan tidak. Beberapa kali membulatkan niat dan menekan tombol ‘pesan’ dengan susah payah. Karena khawatir (iya saya khawatir dan nggak enak sama abangnya) saya nungguin di depan. Padahal abangnya waktu itu belum sampai. Momen nggak jadi pesan ini baru minggu lalu terjadi. Kronologinya gini, sepulang kerja hujan deraaaaaas banget. Saya pikir ribet kan hujan deras, pakai jas ujan, dan mampir beli makan. Yaudahlah nanti Gofood aja. Eh, sampai kosan, saya kembali bimbang dengan pilihan menu-menu yang ada.

Saat itu pilihan pertama adalah geprek, tapi nggak jadi karena sebentar lagi warungnya mau tutup. Kasihan abangnya kalau harus kejar-kejaran sama waktu. Pilihan kedua ke rumah makan 24 jam. Namun kok lagi nggak ingin-ingin amat ya makan menu itu. Pilihan ketiga warung nasi goreng, dekat kantor. Terkenal enak dan pasti ramai. Saya niatnya mau pesan ini, tapi pikiran-pikiran di atas kembali hadir huhu. Akhirnya dari sehabis maghrib sampai sekitar jam 9, saya menyerah. AKHIRNYA NGGAK JADI PESAN :’( Karena hujannya masih deras dan kepentok rasa nggak enakan ini.

Wah jadi penasaran, pas momen jadi pesan Gofood. Ceritain dong!

Nih ya, setiap (saya ulangi lagi, setiap!) abang Gojek mengantarkan pesanan, saya selalu tanya: Susah ya bang/mas/pak cari kosan saya? Maaf ya kosannya nyempil soalnya. Tapi emang dasarnya saya yang lagi beruntung aja, tiap dapet abang-abang gojek selalu yang humble dan baik. Mereka nggak marah apalagi kesel. Responsnya pun selalu sopan dan santai gitu. Misalnya: Nggak kok mbak, santai aja atau iya sih mbak, nyempil kosannya. Tapi saya malah jadi tahu kalau ada kosan gede di sini. Siapa tahu besok dapet orderan dari sini kan~

Saya nggak tahu sih gimana pihak Gojek merekrut driver-drivernya. Tapi hampir setiap saya pesan Gojek, selalu nggak bikin kecewa. Soal penilaian, saya jarang banget kasih 4. Saya juga selalu menuliskan beberapa komentar, meski hanya sekedar ucapan terima kasih. Nggak tahu sih ini pengaruh budaya Jogja yang hangat dan ya gitulah atau emang murni dari pribadi driver Gojek sendiri.

Jadi gitu deh cerita saya sebagai orang nggak enakan saat pesan Gofood. Agak drama sih emang. Kalau kamu mau kasih komentar lebay banget sik, pesen makan aja drama atau komentar-komentar yang lain, monggo lho~ Soalnya ya gini rasanya jadi orang nggak enakan. Selalu mikirin orang lain padahal dirinya sendiri kelaparan butuh bantuan.

Love,

You Might Also Like

2 komentar

  1. Hahahha, saya baru aja pesan Go Food untuk makan siang. Soalnya lagi males masak
    Em, saya juga termasuk yang gak enakan orangnya, tetapi gak sampe mikir "Mas Gojeknya bawa jas hujan gak yah?" hahaha paling seringnya takut kalo Mas Gojeknya nyasar nyari alamat saya. Jadi sebelum mesen makanan, saya biasanya menuliskan catatan lengkap alamat saya (dgn warna cat tembok dan warna cat pagar) di bawah alamat yang dituju.Alhamdulillah Mas Gojeknya jadi terbantu untuk menemukan alamat saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi mungkin saya yang agak lebay Hal-hal kecil pasti dipikirin sampe akhirnya nggak jadi mesen Gofood :D

      Delete

Halo! Jangan lupa tinggalkan komentar, siapa tahu kita bisa diskusi bersama. Mohon tidak meninggalkan link hidup ya. Thankyou :)

Subscribe