Kenapa Sih Sekali Seumur Hidup Harus Jadi Volunteer?

13:45


Hula!

Apa kabarnya nih?

Ingin banget ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya buat inspiratorr rubrik #QnA huhu. Tanpa rubrik ini mungkin aku bakalan jarang nulis dan menyapa kamu-kamu semua lewat blog.

Anywaaay, di episode kali ini saya berkolaborasi sama seorang teman yang duile aktif banget di kegiatan volunteering. Kami berdua ngobrol-ngobrol tentang anak muda dan kegiatan volunteering. Alasan saya milih tema ini adalah ternyata nggak semua anak muda apalagi di era millennials yang money oriented. Bahkan ada banyaaak banget yang suka melakukan kegiatan sosial dan mengembangkan skill mereka melalui kegiatan jadi relawan tanpa dibayar ini.

Nah teman saya ini namanya Widya Zhafirah Dezani (kiyut banget namanya!). Dari zaman awal-awal kenal sampai sekarang, cewek yang akrab di sapa Widya ini emang terkenal super sibuk. Sibuknya nggak lain adalah sibuk mengikuti banyak event dengan menjadi volunteer. Dan yang baru-baru aja dia ikuti adalah event terbesar se-Asia. Apalagi kalau bukan Asian Games 2018.

Yuk ikuti gimana keseruan saya dan Widya ini ngobrolin soal volunteer ini. Siapa tahu kamu yang selama ini ragu mau jadi relawan jadi punya secercah harapan.

Hai Wid, apa kabarnya nih?
Hai, kabarku sangat baik!

Oh iya, sekarang lagi sibuk ngapain aja nih Wid?
Sekarang aku lagi sibuk adaptasi di kampus yang baru nih. Akhir September lalu aku baru selesai ngurus perpindahanku dari Jogja ke Jakarta. Sekarang lagi proses peralihan lingkungan jadi masih fokus buat adaptasi diri di lingkungan baru.

Ngomong-ngomong soal kesibukan, kamu tuh kayak nggak terlepas dari kegiatan volunteering ya? Btw sejak kapan sih kamu mulai terjun ke dunia volunteering ini?
Yap betul! Aku selalu contribute di berbagai kegiatan volunteering dari mulai volunteer mengajar, jadi volunteer di event-event musik & olahraga juga di beberapa organisasi non-profit seperti non government organizational. Aku tertarik ikut kegiatan volunteering dari zaman SMA, tapi karena di lingkunganku semua wadah segala kegiatan volunteering hanya dikhususkan buat anak kuliahan, jadi aku baru bener-bener terjun kegiatan volunteering waktu di bangku kuliah, pas aku tinggal di Jogja.


Boleh nggak diceritain bagian enak dan nggak enaknya menjadi volunteer dari suatu event menurut Widya?
Enaknya jadi volunteer di event-event itu pastinya dapet ilmu baru, ketemu temen-temen dari latar belakang yang berbeda-beda, punya banyak relasi, dan juga dapat pengalaman baru yang nggak pernah aku dapat di perkuliahan. Aku belajar banyak hal selama menjadi volunteer di berbagai event. Mulai dari belajar beradaptasi, belajar untuk nggak egois satu sama lain, belajar mengatur emosi, belajar mengatur waktu harus seimbang antara social life, akademik di kampus, dan kerjaan-kerjaanku di kostan. Yang paling menantang itu aku dituntut menjadi fast learner. Soalnya kan aku harus meng-handle sesuatu apalagi kalau yang dihandle itu bukan bidangku & aku harus mempelajarinya.

Nggak enaknya jadi volunteer, harus tahan banting kalau kena teguran dari petinggi. Tapi biasanya itu murni kesalahan dari diri sendiri & tegurannya itu  buat bahan evaluasi diri sendiri kurangnya itu dalam hal apa. Buat proses pembelajaran diri pokoknya. Nggak enaknya, banyak tekanan yang harus menuntut diri jadi fast learner. Harus fokus & mengesampingkan semuanya demi kelancaran diri selama menjadi volunteer di berbagai event. Soalnya bukan nama event & organisasi aja yang kita bawa, tapi reputasi kita di hadapan semua orang. Pokoknya siap jadi volunteer harus siap tahan banting deh.


Kita nggak tau kan ke depannya bakal kerjasama bareng siapa & gatau juga tipikal orang-orangnya gimana. Sejauh ini, aku enjoy & have fun bangeeeeet! Jarang banget ketemu hal yang nggak ngenakin selama jadi volunteer. Lebih banyak positifnya selama aku jadi volunteer, negatifnya sama sekali jarang aku temui. Selama kita senang buat melakukan sesuatu, pasti nggak akan merasa terbebani. Do what you love to do. Buat temen-temen mahasiswa yang tertarik & penasaran ikut kegiatan volunteering, harus banget cobain mumpung masih muda.

Trus kan kemarin kamu sempat jadi volunteer di Asian Games 2018, boleh dong berbagi cerita soal itu? Tentang keseruannya atau apapun soal kegiatan volunteer-mu kemarin~
Yaps kemarin aku sempat jadi volunteer Asian Games 2018! Jadi volunteer di Asian Games 2018 seru bangeeeet!!! Sebelum Asian Games 2018 berlangsung pun aku bener-bener se-excited itu nungguinnya. Kapan lagi bisa ikut berkontribusi di event olahraga terbesar di Asia, kan. Kemarin aku pilih departemen Media & Public Relations. Semua departemen di Asian Gmaes 2018 pada dasarnya adalah Liaison Officer, dan departemen itu lebih ke spesifiknya kita nge-LO-in apa dan siapa. Departemenku ini menjadi liaison officer bagi para wartawan baik nasional maupun internasional yang menjadi media partner Asian Games 2018. Aku bekerja sebagai Flash Quote, di mana aku harus mewawancarai para atlet-atlet dan para official ataupun para coach. Hasil wawancara tersebut diolah menjadi sebuah quote yang disetorkan langsung ke The Jakarta Post dan diedit lagi sebelum di publikasi di official websitenya Asian Games 2018. Jangan salah, departemenku justru yang berinteraksi langsung dengan para atlet. Jadi sekalian cuci mata hahaha.

Kalau yang belum tahu, Squash itu tenis dinding. Jadi, para atlet memantulkan bola ke arah dinding dan seperti cabor lain, squash memiliki peraturan dan penilaian sendiri. Aku pun seneng dipercaya menjadi flash quote, soalnya bisa ngobrol banyak sama atlet-atletnya apalagi mereka baik-baik banget dan aku belajar banyak banget dari mereka. Hal paling seneng tuh pas ketemu sama temen-temen yang punya passion yang sama di departemen ini. Kerja pun aku tulus banget dan gak kerasa capek!!! Tiba-tiba kaget dong gak berasa udah selesai aja Asian Games 2018 nya. hahaha

Lalu ada hal berkesan nggak selama kamu jadi volunteer di Asian Games 2018? Saking berkesannya sampai sekarang pun hal itu masih keinget banget!
Yang berkesan di Asian Games 2018 banyak banget! Nggak nyangka punya tim yang solid, alhamdulillah selama kerja kita nggak ada konflik internal dan sampai sekarang kita masih suka main bareng. Punya tim yang solid di suatu event menurutku itu rezeki banget. Tapi yang masih aku inget banget waktu aku dikasih pin sama atlet squash favoritku. Namanya Max Lee, dari Hongkong. Feeling so blushes banget. Sampai sekarang suka kesemsem sendiri kalau inget itu hihihi.

Oh iya, tantangan selama jadi volunteer di Asian Games kemarin apa aja Wid kalau boleh tahu?
Tantangan pas jadi Volunteer Asian Games 2018 menurutku ketika dihadapkan dengan permasalahan dan harus brainstorming bareng sama timku dengan kepala dingin. Dari hal-hal teknis yang menyangkut semua volunteer, atlet-atlet, wartawan-wartawan sampai penontonnya juga. Karena ada yang ngeyel banget dan nggak ngikutin peraturan yang ada. 

Jadi kita puter otak gimana caranya supaya semuanya berjalan dengan lancar tanpa memunculkan konflik yang besar demi kenyamanan semua orang. Karena kalau-kalau ada yang nggak sesuai bisa mempengaruhi citra baik Asian Games 2018 di mata masyarakat. Apalagi para volunteer itu jadi sorotan para wartawan. Alhamdulillahnya semua media asing memberikan pujian yang positif ke para volunteer Asian Games 2018 melalui artikel yang mereka muat di media cetak dan media online.

Trus bisa diceritain nggak kenapa akhirnya kamu aktif banget mengikuti kegiatan volunteering ini? Secara kan kegiatan ini kata orang ‘minim pemasukan’ atau dilakukan dengan suka rela?
Sebenernya panggilan hati sih sampai aku bisa suka dan tertarik dengan dunia volunteering. Aku orangnya suka belajar hal baru dan suka sharing ilmu-ilmu yang udah aku dapetin ke orang-orang. Jadinya bawaannya seneng soalnya manfaatnya bukan di aku aja, tapi orang-orang sekitarku juga dapet manfaatnya. Dunia volunteering seru banget yang bikin aku ketagihan bauat nge-volunteer lagi. Senengnya kalau ketemu sama orang yang punya passion yang sama. Apalagi waktu di Jogja banyak banget organisasi & event-event menarik yang sesuai dengan minatku yang cocok banget jadi tempatku berkembang. 


Jadi nggak ada salahnya buat aku nyoba jadi volunteer di sana. Kalau niat awal udah baik, pasti semua kesempatan dan keuntungan akan datang sendiri ke diri kita. Berawal dari volunteering, relasiku bertambah. Aku pernah beberapa kali dapet project dari relasiku awalnya nggak mikirin soal uang tapi alhamdulillah namanya rezeki hahaha. Sesederhana itu. Jadi kalau mau melakukan sesuatu kita harus punya niat baik dulu!

Kalau menurutmu, kenapa sih anak muda paling nggak harus sekali nyobain kegiatan volunteering ini?
You only live once. Kamu harus mengeksplorasi diri kamu dan manfaatkan waktumu sebaik mungkin dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Kamu harus nyobain kegiatan volunteering, dari situ kamu tau minat dan bakat kamu apa, ketemu orang-orang baru yang bisa membuat pola pikiran kamu terbuka dan juga bikin kamu belajar bekerjasama dalam tim. Mungkin manfaat ikut kegiatan volunteering belum terasa sekarang tapi percayalah, manfaat itu berguna banget buat kamu kini dan kedepannya. So, mumpung kamu masih muda yuk eksplorasi diri lewat kegiatan volunteering!

Last question, Wid! Kira-kira kamu ada saran nggak untuk teman-teman yang ingin jadi volunteer kayak kamu? Kasih tips and trik juga boleh lho!
Ada doooong! Buat kalian yang tertarik dengan kegiatan volunteering, tips dan trik dari aku pertama kamu harus punya niat baik. Alasan kamu menjadi volunteer apa sih? Ada tujuannya nggak sih dari semua ini? Ada dampak positif dan negatifnya nggak buat kamu dan lingkungan sekitar? Itu harus dipikirin banget.  Yang kedua, cari kegiatan volunteering yang sesuai passion kamu. Kalau kamu suka musik, coba cari-cari event musik yang buka lowongan menjadi volunteer. Kalau kamu suka dengan dunia internasional, coba kamu cari event-event olahraga ataupun event seni budaya yang berbasis internasional yang tentunya ada kesempatan buat kamu bisa jadi volunteer-nya.

Yang ketiga, jangan pernah money oriented. Namanya juga jadi volunteer pastikan sukarela ya. Kalau udah money oriented, pasti kamu nggak semangat kerjanya dan gak tulus. tips dan trik terakhir dariku, untuk menjadi volunteer di berbagai event dan organisasi ada tahap seleksi, nggak semudah yang kita kira. Tunjukkan kualitas terbaikmu. Tonjolkan kelebihan yang kamu punya. Kalau kamu masih awam banget, trick dariku berikan alasan terbaik yang berguna untuk lingkungan sekitar bukan buat kamu aja, pasti para recruiter bakal tertarik sama kamu. Itu menunjukkan kalau kamu emang peduli dengan orang-orang sekitar dan cocok dengan kualifikasi menjadi volunteer.

Jangan pernah terbesit dipikiran kamu ikut kegiatan volunteering cuma buat menuh-menuhi curriculum vitae & ngumpulin sertifikat buat persyaratan kelulusan di kampus. Big no! Jadi volunteer itu harus tulus dan ikhlas. Jangan ekspetasi terlalu tinggi juga, karena itu akan mempengaruhi kamu menjadi volunteer kedepannya. Nambah relasi dan dapat pemasukan itu cuma bonus. Keep enjoy it! Good luck guys!

Tuh guys, menarik kan hasil ngobrol-ngobrol sama Widya ini. Dari sana aku bisa ngambil satu benang merah yang menarik nih. Sebagai anak muda, kesempatan itu sangat berharga. Bahkan boleh dibilang nggak bisa dibeli pakai uang. Makanya selagi muda, kita semua kalau bisa ngembangin passion di berbagai bidang yang kita suka. Pun jangan lupa untuk keluar dari zona nyaman. Salah satunya berani untuk gabung di dunia volunteering ini.


Ini nih yang namanya Widya~

Tapi jadi volunteer kan nggak dibayar?

Wey, kata siapa nggak dibayar. Kita justru bakal dibayar dengan pengalaman! Seperti yang Widya bilang, you only live once! Kalau waktu masih muda kita-kita ini nggak banyak coba, besok mau jadi apa wey?

Nganterin pacar juga nggak dibayar kan? Tapi kamu enjoy-enjoy aja melakukan?

Hihi

Love,






Narasumber:
Widya Zhafira Dezani
Instagram: @widyadezani (cus kepoin!)

Tulisan ini merupakan serial dari #QnA. Tulisan yang lainnya bisa kamu baca di sini.
Semua gambar di sini adalah milik Widya pribadi :)

You Might Also Like

1 komentar

  1. Kalau volunteer untuk Asian Games, masih ada uangnya. Kalau jadi volunteer pengajar untuk sekolah anak jalanan atau menghibur penghuni panti jompo, itu memang nggak bisa money oriented. Menurut saya, apapun bentuknya, jadi volunteer dan ikut kegiatan sosial itu penting, karena melatih kita untuk menemukan makna dari bekerja yang sebenarnya. Nggak usah se-ekstrem Indonesia Mengajar, ikut di Asian Games juga oke banget.

    ReplyDelete

Halo! Jangan lupa tinggalkan komentar, siapa tahu kita bisa diskusi bersama. Mohon tidak meninggalkan link hidup ya. Thankyou :)

Subscribe