Ketemu Sama Jajanan Masa Kecil: Kue Putu!

Ketemu Sama Jajanan Masa Kecil: Kue Putu!

08:41


Waktu masih kecil dan masih tinggal sama Eyang, hampir tiap sore saya pasti luangin waktu untuk nungguin hal yang satu ini. Berbekal piring kecil dan uang seribu rupiah, saya duduk di depan rumah. Sekitar jam 4 sore, suara khas uap dari pikulan pasti menjadi alarm untuk bergegas demi sepiring kue putu.

Dulu, harga per satuannya masih seratus rupiah. Kalau beli pasti sepuluh biji buat dinikmati bareng Eyang Putri dan Kakung sambil nonton TV. Haduh, kalau diingat-ingat bikin pengen mengulang lagi.
Setelah sekian tahun berlalu, saya mulai jarang melihat jajanan ini lagi. Sebab, sewaktu saya masuk SD, saya pindah rumah dan di lingkungan yang baru, jarang banget ada jajanan pikulan yang satu ini. Kalaupun ada jajanan khas zaman dulu, paling pentol yang sama-sama nikmatnya itu.

Seakan de javu, beberapa hari yang lalu, sekitar jam 4 sore, saya lagi suntuk banget di kantor. Kerjaan masih ada yang belum selesai, tapi pikiran saya langsung terdistraksi dengan bunyi uap yang dulu sewaktu kecil selalu saya nantikan tersebut. Karena penasaran, saya langsung keluar, memenuhi rasa penasaran.

Ehh, benar saja. Suara uap yang cukup nyaring tersebut memang berasal dari pikulan yang mirip seperti saat saya masih kecil. Alhamdulillah, rasa suntuk sedikit hilang, digantikan dengan nostalgia di dalam kepala karena bertemu lagi dengan jajanan yang mulai langka ini: kue putu! Saya agak surprised, karena si penjual kue putu ini masih berjualan dengan menggunakan pikulan. Langka dan mungkin menjadi penjual kue putu pikulan yang saya temui untuk pertama kali tahun ini.

Kalau waktu kecil harga per satuan kue putu itu masih seratus perak, kue putu yang dijual bapak ini sudah naik kelas harganya, yaitu seribu rupiah per bijinya. Alhamdulillah ikutan seneng liatnya. Mengingat jajajan yang mulai langka ini masih diapresiasi kehadirannya.

Cara membuatnya juga masih tradisional. Bahan-bahan seperti tepung beras yang dicampur kelapa, gula merah yang diiris kasar, dimasukkan ke dalam potongan batang bambu. Lalu dikukus di atas uap air yang mendidih. Nggak sampai dua menit, kue putunya matang. Cara mengeluarkan kue putu yang udah matang juga legendaris banget. Yaitu dengan didorong dengan batang kayu kecil.


Taburannya masih sama, gula pasir dan parutan kelapa. Endes banget! Pembungkusnya juga nggak jauh beda dengan kue putu zaman dulu, yaitu masih dengan daun pisang dan dialasi kertas. Aroma kue putu yang masih panas semakin wangi akibat uapnya terkena daun pisang. Epic banget wanginya kalau dicium.
Bikin ngiler fotonya :)
Jajanan masa kecil memang nggak ada habisnya untuk dikenang. Selain kue putu ini, masih banyak jajanan lain yang kadang saya rindukan. Ada siomay yang dijual keliling pake sepeda, telur gulung, serta snak-snak yang sekarang mulai hilang dari pasaran seperti gulai ayam.

Kalau kue ini termasuk salah satu jajanan masa kecil kesukaan saya, apa nih jajanan masa kecil favorit kalian?

You Might Also Like

10 komentar

  1. Ceritanya bagus.. Sya jg suka masa2 kecil dulu, nungguin penjual putu lewat dpan rmh sore2 :).. Jngn lupa mampir di : diditpharm.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kue putu emang nostalgic banget ya hihi

      Delete
  2. Jadi inget jajanan aku waktu kecil, setiap aku berangkat dan pulang sekolah pasti selalu beli jajan

    nurazizahkim.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu kebahagiaan waktu kecil ya kue putu ini mbak hihi

      Delete
  3. deket kompleks rmhku suka ada abang keliling jualin kue putu. Kue tradisional ini memang langka banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak mulai langka. Apalagi yang pakai pikulan kayak gini mbak

      Delete
  4. Di rumah saya kalau sore masih suka ada yang lewat. Anak-anak saya juga suka ma kue putu jadi kadang suka beli juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau di sini udah mulai jarang yang jualan mbak. Ini aja kebetulan lewat depan kantor

      Delete
  5. Hallo kak Arintya
    Kami mengundang kk untuk menulis sebagai author kami di bozzme.com
    Silahkan jika kk berminat tinggal daftar saja ya :)

    Salam sukses selalu

    Terima kasih :)

    ReplyDelete
  6. Kalo saya nggak bisa move on dari kue balok dan rasanya beberapa tahun yang silam kembali populer. Kalo sekarang sih udah nggak pernah denger tukang jajan lewat lagi. Udah ditunggu sampe dua tahun nggak ada suara tukang mie tek-tek lewat...nasib.

    ReplyDelete

INSTAGRAM